Pandemi Covid-19 Pukul Daya Beli Masyarakat Terhadap Pembelian Mobil

TRI BUN-MEDAN.com,MEDAN- Pengamat Ekonomi Sumatera Utara Gunawan Benjamin menilai bukan perkara mudah menjajakan barang dagangan yang bukan kebutuhan pokok di tengah pandemi seperti sekarang ini.

Terlebih menjual kendaraan bermotor baik sepeda motor ataupun kendaraan roda empat.

"Meskipun untuk kendaraan roda empat adalah barang segmentasi masyarakat menengah ke atas, tetapi corona belakangan ini telah memukul daya beli masyarakat di semua lapisan ekonomi, yang memicu tingginya kebutuhan masyarakat akan uang cash ketimbang aset lainnya. Ekonomi yang tertekan selama pandemi membuat masyarakat harus kehilangan sebagian atau bahkan seluruh pendapatannya," katanya, Sabtu (20/6/2020).

Menurutnya wajar jika terjadi tekanan pada harga mobil khususnya untuk segmen mobil bekas. Masyarakat saat ini akan lebih membutuhkan uang cash dibandingkan barang barang mewah.

"Jadi wajar kalau harga mobil belakangan turun tajam. Dari pantauan saya dilapangan, harga mobil itu bervariasi turunnya. Mulai dari rata rata 15% hingga 30%. Tergantung tahun keluaran dan kondisi kesehatan mobil. Tetapi memang trennya mengalami penurunan," katanya.

Ia menambahkan berdasarkan hasil pengamatan nya selama ini, umumnya dealer yang menjual mobil bekas sebelumnya akan lebih kesulitan dalam mendapatkan mobil bekas yang mau dijual, ketimbang pembelinya.

• Harga Mobil Bekas di Medan Turun, Penjualan Ikut Mandek

"Tetapi kondisi sekarang dengan tren penurunan harga mobil, kondisi bisa saja berbalik. Dimana penjual mobil bekas lebih kesulitan untuk menemukan pembeli mobil ketimbang menemukan orang yang menjual mobil bekasnya," katanya.

"Jika stok mobil bekas yang dijual stabil atau tidak mengalami peningkatan, tetapi minat pembeli turun, saya yakin harga mobil bekas akan sangat kompetitif (turun). Kondisi akan semakin buruk jika para penjual mobil bekas meningkat, dan minat pembeli turun," katanya.

Ia mengatakan hal ini akan mengakibatkan tekanan harga mobil semakin besar. Ditengah Covid-19 ini ia melihat kemungkinan yang kedua ini yang terjadi saat ini.

• Berita Foto: Bisnis Mobil Bekas Kian Lesu, Penjualan Menurun Hingga 80 Persen

"Belum lagi, masyarakat yang terlanjur membeli mobil baru namun dengan cara mencicil dan cicilannya bermasalah.Meskipun ada relaksasi pinjaman dari Bank ataupun Leasing. Namun saya yakin mobil yang ditarik kembali oleh kreditur akan bertambah banyak," katanya.

Jika menghitung masa penyebaran corona di Maret, ia memprdiksi pada Juli akan berpotensi besar terjadi penarikan kendaraan leasing yang tidak mampu dibayar debiturnya.

"Tidak menutup kemungkinan saat ini pun sudah banyak kendaraan yang ditarik kembali," pungkasnya. (sep/tri bun-medan.com)

Masyarakat Mulai Merasakan Dampak Sosial Ekonomi dari Pandemi Virus Corona

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Toyota Rush 2007 Seken Terbaru Tipe S A/T Cuma Rp 80 Jutaan

Pandemi Corona Sebabkan Penjualan Mobil Bekas Anjlok!